Kejar Koruptor Beraksi

 

 

Tangkap tangan, gunakan kewenangan kerja, aksi suap-menyuap, meloloskan proyek dengan harapan imbalan, merugikan banyak orang, celingak-celinguk ada materi dan kesempatan, keruk duit ajak keluarga menjadi tambatan aksi.

 

Koruptor di jaman kini semakin licin,  lihai, penuh taktik mempesona tetapi akan jatuh terungkap, seperti pepatah yang sering diucapkan dalam pelajaran bahasa, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga. Bukan berarti binatang tupai itu pelaku koruptor, hanya kiasan kata-kata saja.

 

Koruptor dahulu tidak begitu terkenal dengan bidang profesionalitas, bahkan tidak tertulis dalam keahlian disuatu lembaga, perkumpulan, organisasi ataupun dalam obrolan ringan di desa dalam melaksanakan jaga kampung siskamling. Sekarang sudah dapat di lihat dengan mudah wajah-wajah koruptor dan penjaranya.

Sepak terjangnya kini menjadi ancaman, kebiasaan, kegiatan, perencanaan, untuk mengambil kesempatan dalam situasi aman yang nyaman bersandar dengan kekuasaan kewenangan.

Dahulu tidak pernah terbayangkan kata koruptor menjadi kata penting dalam catatan perjalanan dalam sebuah bangsa, apakah kata koruptor itu dahulu menjadi kata pamungkas yang sengaja disembunyikan dari kata-kata indah dalam kamus atau kata tersebut hanya di mengerti, dimiliki oleh sebagian orang yang sudah mengerti cara menggunakannya serta merancangnya menjadi suatu keuntungan. Tidak tahu bagaimana cara memprogramnya kok menjadi nilai keuntungan dalam kegiatan?

Jaman dahulu sebelumnya, tidak begitu populer orang – orang yang terkena kasus koruptor, karena mungkin sibuk dalam pendidikan, olahraga kesehatan, nonton film layar tancap, nonton wayang, main layangan, mandi dikali, main di kebun dan melihat alam dekat rawa.

Kesibukan koruptor jaman sekarang ini, terlihat dari cara berkumpul, bernegosiasi, membagi hasil, kesigapan jaringan, tulisan perjanjian, hubungan dengan jaringan-jaringan luas pemilik anggaran, pengerjaan proyek anggaran.

Karena itu tidak begitu rumit dalam waktu sekarang ini, semakin cerdas mengatur keinginan teman bisnis.

Ketika itu pula, kami berkumpul hanya dengan siulan, mempelajari suara kode-kode alam, tetapi hanya untuk bermain galasin, tapak gunung, dampu, cakalele, gundu, sepakbola,bandangan, petak umpet, bola kasti, bitee, tap benteng.

 

Penyidikan koruptor menjadi kunci untuk menangkap para koruptor, mengungkap semua hal tentang kegiatannya. Segala bukti akan terlihat dengan jelas dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya di depan pengadilan serta didengar oleh publik.

Penyidikan dalam jaman berbeda, tanpa koruptor, dalam melihat luas kebun buah dan empang disisi jalan, kami bisa menghitung banyaknya buah kelapa, mangga dan semangka. Membantu penjaganya untuk memelihara kebun dari rumput liar, tanpa disadari akan mendapatkan buah untuk di bawa pulang.

Terlena dengan masa lalu, terbelalak dengan masa depan, kenyataan menjadi sangat nyata. Impian masa lalu kenapa tidak dicontoh untuk dipertahankan apabila menjadi ramuan ajaib untuk kata jimat koruptor. Teringat dengan Perdana Menteri China Zu Rongji,

“siapkan 100 peti mati. 99 untuk para koruptor, akan saya tembak mati mereka dan 1 peti mati untuk saya jika saya korupsi”
Pernyataan hebat, mengelegar bulat di telinga koruptor, berdengung kencang selama periode jaman. Ternyata terbukti efektif, bagi bangsa China pada saat itu.

Membayangkannya saja sudah terlintas kematian yang tidak mengasikan sebagai pilihan untuk mati sebagai manusia, tetapi kalau tidak mau, tidak usah dilakukan hal yang berbau koruptor, dijamin mati dengan tenang, tersenyum manis.

Koruptor menjadi akar mendalam, menjelma menjadi raja lingkungan, seperti tidak ada habisnya apabila belum menemukan formula tepat. Tetapi kalau tidak dilakukan, dampaknya akan semakin besar untuk bermasyarakat.

Hukuman penjara menjadi biasa dengan potongan tahanan, hukuman penjara menjadi terbiasa tidak tampak buas, hukuman penjara menjadi obrolan untuk penelitian dan dukungan.

Apakah ada kepatuhan
kelak untuk hukuman versi korupsi dikemudian jaman?

Mengapa harus ada jaman beserta tokoh koruptornya?

Dimana koruptor tidak melakukan tindakan koruptornya?

Siapa penerus koruptor pada masa yang akan datang?

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s