Transit di Bandara Internasional Atarturk

 

Waktu Transit 

Punya kesempatan hanya 2 jam 30 menit untuk sekurity cek dan kemudian melakukan boarding, setelah mendarat dari perjalanan selama 11 jam ( Dari bandara Changi  jam 22.50 – Tiba di bandara Ataturk jam 05.25) . Saya berangkat dengan team super hebat ditambah balita yang membanggakan.

Persiapan keberangkatan kembali dari bandara Ataturk jam 07.30 waktu setempat, dengan tujuan bandara Copenhagen (Kastrup), estimasi penerbangan sekitar 3 jam 10 menit dengan maskapai penerbangan Turkish airlines.

Semua Bersiap Turun

Pesawat tiba dilandasan pacu, semua penumpang segera berdiri setelah tidur panjang selama 11 jam di dalam pesawat terbang yang membawa kami. Ini adalah peristiwa saya, untuk yang pertama kali tiba di bandara internasional Atarturk-Istanbul, jauh hari saya sudah mempersiapkan kondisinya, karena saya sudah melihat di internet tentang bandara Internasional ini.

Ternyata jauh berbeda dari pandangan serta penglihatan lapangan saya, jelas saya tidak mau ketinggalan pesawat berikutnya. Sudah mulai terlihat ketika pesawat berhenti, semua penumpang dengan cepat berdiri ambil bagasi (hampir sama dengan penumpang di negara saya,  terdengar bunyi serempak membuka kabin bagian barang dan beberapa orang sudah siapa di line exit untuk dapat segera turun.

Aku juga mengambil sikap bergerak karena waktu, lokasi gate, sekurity cek, ganti popok, bikin susu untuk balita, melewati antrian, harus segera terlaksana dalam waktu singkat. Topi saya tertinggal dipesawat, karena kondisinya diluar kontrol ingatan dengan 4 tas (2 tas dewasa, 1 tas balita, 1 koper bagasi balita,1 tas kereta dorong bayi) yang harus kami persiapkan.

Menuju Gate Boarding 

Masih teringat kondisi didalam bus menuju bandara, semuanya mengantuk, terdiam, banyak suara anak-anak kecil saja, tidak sabar menunggu  bus sampai dipintu masuk bandara.

Pintu bus terbuka lebar, koper, penumpang, jejak langkah mulai berhamburan melihat papan informasi, kondisi dalam bandara masih terlihat sepi, penumpang mencari koridor tempat untuk  cek transit, pengambilan barang dan aktifitas lainnya.

Kami pun mempercepat gerak langkah, karena waktu untuk melakukan boarding ke pesawat selanjutnya pasti sudah menunggu. Kereta bayi langsung kami buka, karena tempat untuk sekurity cek jauh dari perkiraan kami, gak tahu apakah jalur ini benar atau disebelah sana yang benar. Hanya melihat dan konsentrasi kepada bacaan tanda arah transit.

Mencari Lift 

Balita kami tersenyum dengan gerakan manusia di bandara saat pagi hari, kami sibuk mencari lift untuk naik ke tempat yang akan dituju karena eskalator terlalu tinggi dan curam. Harus konsentrasi dengan barang bawaan anda, ukuran pintu masuk eskalatornya kecil, jadi saya pikir susah untuk bawa barang koper lebih besar. Kami bersama dengan penumpang disabilitas yang menggunakan mobil kecil jasa pelayanan antar, akhirnya mendapatkan lift untuk menjangkau kebagian atas, cukup untuk kami gunakan berdua.

Pintu eskalator terbuka, terlihat banyak orang mulai memasuki line sekurity cek, tetapi hanya satu line. Semua penumpang khawatir akan waktu penerbangan selanjutnya, karena petugas menurut dugaan saya kurang cepat untuk mengatasi hal ini.

Jalur Prioritas Balita dan Manula

Aku, tuan puteri tercinta dan balita dalam kereta bayi mengikuti antrian panjang, tampak terlihat olehku ketika menoleh kebelakang ada orang tua yang membawa dua anak dan mendapatkan jalur cepat, tanda tanya untukku, kenapa saya tidak?.

Ada beberapa penumpang terpaksa melewati antrian panjang dengan rasa cuek dan tebal muka, terutama para manula yang tertinggal sendiri dengan grupnya. Semua orang terlihat kesal, saya melihat wajah manula tersebut diliputi kebinggungan dan dia hanya menunjukan tiket pesawat penerbangannya, saya membiarkannya lewat dan hanya bilang kepadanya, saya juga mau cepat sampai tujuan, silahkan lewat.

Prosedur pemeriksaan sudah kami lewati, rasa kesal dan kurang nyaman dengan suasana membuat saya kecewa dengan apa yang saya bayangkan. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan kembali dan kaget melihat eskalator tinggi, kami diam sejenak tidak bergerak. Lalu ada dua petugas sedang duduk, membukakan tali pembatas serta menunjuk salah satu lift dapat di gun akan, lantas menutup kembali tali pembatas tersebut, padahal di depan kami ada keluarga dewasa membawa tas besar.

Eskalator dan Tas Koper Besar

Keluar pintu lift dengan penuh khawatir, laju kereta bayi, jejak kaki dipercepat. Kaget melihat kearah eskalator, tas koper besar dilempar begitu saja, mungkin pemiliknya kesal dengan eskalator. Kami tiba di gate keberangkatan, banyak orang tidur, duduk, obrol, kebosanan, dengan berbagai macam gaya dapat anda lihat. Sedangkan kami sudah mendapatkan pintu gate keberangkatan, tetapi tidak ada petugas yang jaga disana. Waduh, kami terlambat datang atau bagaimana ini. Kami tanya dengan orang lain, tetapi jawabnya juga tidak tahu.  Tetap tenang, duduk dan makan coklat, buah dan minum air mineral, jalan keluar sementara yang bagus menurut saya.

Petugas Datang

Tidak beberapa lama kemudian, pengeras suara informasi berbunyi bahwa gate kami sudah dibuka. Penumpang mulai santai menuju gate, saya tahu kenapa. Karena kami akan menuju negara terbahagia, jadi kami merasa senang bertemu dengan mereka semuanya. Sedikit ingatan saya  tentang ruang tunggu gate bandara internasional, bangku keras berderet panjang, sempit untuk melangkah kemanapun. lantainya tidak bagus, sirkulasi udaranya tidak memungkinkan baik untuk menampung banyak penumpang di ruang tunggu, toiletnya kurang mendapatkan perhatian, wifi tidak ada,  makanan cafe kurang menjanjikan,  saya mencoba  membeli 2 sandwich, akhirnya saya buang kedalam tong sampah, tidak enak. Petugas boarding mulai hadir membuka pelayanan, cek tiket, pasport dan tujuan penerbangan. Setelah itu dia berkata, kita aka terbang 30 menit lagi. Kami melihat tempat duduk, tapi tidak ada yang kosong.

Naik Bus 

Satu-persatu kami melewati gate, lalu ke dalam bus pengantar untuk segera ke pesawat terbang, di dalam penumpang sudah penuh bercampur balita. Tenyata kemudian, bus pengantar berhenti jauh dari pesawat dan terpaksa kami harus menunggu selama 1jam, di dalam bus tidak ada pendingin. Pintu bus kemudian terbuka dan kami semua penumpang harus menaiki tangga besi aneh untuk naik ke dalam pesawat. Kami pada saat itu tidak mengunakan kereta dorong bayi, karena mudah dilipat. Agak sedikit binggung saya untuk menaiki tangga ini, karena saya melihat kebelakang ada ibu dan balitanya mengunakan kereta bayi yang berukuran besar.

 

Mencoba Bandara Lain

Terlihat wajah binggungnya, hanya terdiam saja dengan kondisi. Kami biarkan ibu, balita, kereta bayi besar untuk beranjak naik tangga terlebih dahulu, beruntung ada pria membantu.  Kemana bianglala penghubung, agar penumpang lebih mudah masuk pesawat. Lagi-lagi pesawat terlalu lama parkir, kami menunggu sambil melihat kesibukan bandara. Kalau nanti saya akan ke Denmark, saya mau mencoba bandara lainnya. Sudah cukup saya mengenal singkat bandara internasional Ataturk.

 

Suara Pilot

Kode penerbangan disebutkan dan kami siap terbang.

Selamat berlibur bersama Turkish Airline.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s