Puisi Pendek Korupsi Terkencing Dalam Celana

 

 

Melihat kembali ke dalam meja tulisan, berkata kepada pena, bercermin buku-buku panduan, membuka cerita lama bangsa penuh kejayaan.

Guratan wajah tak lagi muda, tatapan mata tak lagi tajam, penutup kepala tidak lagi penting, pikiran limbung ingin berkuasa, walau tak ada asa dalam ruang penuh meja dan kursi warisan negarawan bangsa.

 

Berkumpul berdasi, gaji tunjangan terus terisi, biaya kesehatan keluarga terjamin bebas anggaran. Jas rapih dengan lambang gagah bergaya sok aksi, paling pintar, atur strategi obrol anggaran.

Takut kena kasus korupsi berbisik sana dan kesini, lihat saja nanti terkencing didalam celana, tak kuat lihat bukti dan saksi.

Ini bukan negeri korupsi menjadi raja dan berkuasa, ini bukan negeri perampok berkelompok, ini bukan negeri drama dalam sandiwara.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s