Puisi Pendek Korupsi Tidak Berdansa

 

Melihat penghisap darah, banyak aksi, strategi, tetapi lupa cara hidup bersama. Geram lihat televisi, surat kabar dan majalah.

Bau busuk korupsi menjadi jamur, tidak seperti penyakit panu tertoreh diatas kulit. Penyebaran korupsi semakin cepat berakar tak masuk akal.

Aksi pintar koruptor melangkah beriringan, banyak rencana rakus sebagai pengerat bangsa. Tidak kenal waktu, kondisi, serta proyek tutup mata.

Masih bisa berdansa dalam hukuman manusia,berkencan mesra dengan para pasal terbuka. Terjilid lengkap, hukuman ringan lalu potong tahanan.

Kata-kata mutiara tidak lagi mujarab menjadi kata cukup untukmu wahai koruptor.

Kata-kata bebal tak lagi takut untuk didengar,tutup telinga,tutup suap dalam aksimu.

Kata-kata sumpah tak lagi kau percaya, diperjelas kata, diangkat diatas kepala, menjadi mainan dalam tinta serta nominal kesempurnaan.

Masihkah kau tersenyum dibilik jeruji koruptor, masihkah kau berbicara ide dalam keserakahan, masihkah kau berkuasa dalam perjalanan bangsa, masihkah kau berjuang untuk kejujuran generasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s