Puisi Pendek Jalan Tergeletak Mati Suri

 

Mencoba beberapa model sadar, setengah sadar, bimbang, melamun, melonggo kesal, hanya tatapan terlihat tajam, penuh tanya tanpa jawaban.

Terpukul telak, terbentur dalam hantaman, menghindar lalu tergores luka dalam kecam dendam ingatan. Waktu menjadi basi, bau tengik, ternoda dalam sumpah serapah.

 

Pagi tak berbeda dengan sore dan malam, menjadi ingatan terulang dalam lunglai tak berdaya, bukan hanya saya, garis putih,lampu, Jalan-jalan dan seonggok kepentingan jalanan.

 

Adu bacot dalam perbatasan lintasan jalan, merasa benar tapi melanggar tidak mau dilarang. Tangan terlempar tanpa sadar, saling beradu kepala seperti mempunyai tanduk binatang. Menghirup asap dalam kompetisi harian, sampai menjadi candu pelajaran jalanan.

 

Semoga kelak, jalanan menjadi harapan, tanpa tanda kecemasan dan tanda seru. Merangkak  maju kedepan jalanan, menjadi hidup, hijau, manusia jalan tersenyum girang, duduk menghitung bintang. Semoga. 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s