Puisi pendek Kota Nyhavn Aku Jatuh Cinta

 

Laju sepedaku terhenti, dijembatan ini aku melihat dalam mimpi, tentang sebuah kota indah tertulis dalam sajak dan komik.

 

Barisan gedung-gedung tua berdiri tegak, gagah, artistik penuh warna pesona. Jendela kaca dihiasi dengan lapisan kayu yang selalu setia menemanimu bercerita terhadap keluh jaman serta cuaca.

 

Perahu bersandar menjadi penterjemah kata-kata, memberikan sihir untuk bersuka ria dalam riak awan-awan bergelayutan dalam pesona Lang it berwarna biru.

 

Dinding batu batamu menjadi harapan sebuah kota, pelindung dalam dingin, penahan asmara rindu, guratan waktu serta kenangan generasi.

 

Barisan wisatawan, penduduk lokal, penjual kopi, penjual ice cream,  pemusik jalanan, pengemudi sepeda dan para pelaut, berteduh pasrah dalam balutan keindahanmu.

 

Perahu-perahu enggan untuk bergerak cepat, air laut selalu tenang memberikan arus perjalanan. Berpesta disaat musim panas datang, seluruh riuh keramaian dalam kesenangan.

 

Suara musik, obrolan hangat, aroma lautan, burung-burung berterbangan, sepasang kekasih berciuman mesra dengan ice cream,  semuanya menjadi satu dalam panoramamu.

 

Aku jatuh cinta kembali dengan kotamu, gedung tuamu, lautan, susunan warna, keramaian dan kebaikan sebuah bangsa.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s