Puisi pendek pantai Amager Strand

 

Cuaca hari ini membuat semua orang bahagia, aku dan sepeda menuju pantai biruku.

 

Suara pagi terdengar seperti halilitar menghantam badai, semua sibuk melihat agenda dan kegiatan.

 

Selimut masih menempel seperti gulungan sosis, tidak mau beranjak dari bantal bulu angsa. 

 

Anak-anak kecil bersorak senang, terlihat gembira dari jendela kamar, mengenakan jaket tipis untuk kembali kesekolah pagi.

 

Radio usang kembali menyala ditemani secangkir kopi pahit, berita cuaca memberitakan kabar baik. 

 

Bergerak cepat seperti gelombang lautan, menyusul pergi bersama matahari, berdansa, menari, bernyanyi serta membacakan puisi untuk semesta.

 

Sambil bertelanjang dada,  tanpa celana, aku merasakan sinarnya meraba kulit tipisku, aku biarkan tubuhku tenggelam bersama pasir pantai amager strand.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s