Perjalanan Tasyakuran Laut Carita

 

 

Perjalanan pagi hari dari kota Tangerang menuju Pantai Carita dengan jarak waktu yang diperkirakan dua jam.

 

Sangat terasa alam hijau dipinggiran jalan bebas hambatan,belum lagi sinar matahari yang akan terbit menyentuh kilauan embun dihamparan sawah hijau.

 

Perjalanan cukup menarik,dari jalan yang baik sampai setengah baik. Dan akhirnya sampai tujuan dengan suasana yang tak terlupakan.

 

Berdiri Memandang lautan,bernyanyi dan bersyukur kepada pemilik alam semesta.

 

Tasyakuran Laut Carita.

Apa saja yang dibawa kelaut sebagai ungkapan rasa syukur nelayan Carita?

 

Tidak seutuhnya kerbau dibuang kelaut,jadi hanya kepala,Kulit,kakinya kami jahit diberikan pasir dan batu dan tulang,selebihnya seperti daging,serta bagian dalam kita konsumsi bersama untuk makan seluruh warga yang datang dalam tasyakuran laut nelayan carita.

 
Sejak Kapan Tradisi Tasyakuran dimulai?

 
Tradisi Kebudayaan seperti ini lahir dari Tradisi nenek Moyang sejak jaman dahulu.Tidak boleh dibuang Tradisi budaya dari leluhur.
Bagaimana antusias pengunjung dari tahun ke tahun?
Untuk tahun ini,kurang meriah dari tahun lalu,faktor cuaca membuat penjualan kurang. Kami diberikan produk,dijual lalu dijadikan dana ,setelah itu kami adakan acara wayang golek,kerbau,konsumsi dan lainnya.
Dari tahun ke tahun mempunyai kesan,kenangan berbeda. Untuk Saat ini cuaca sangat tidak menentu dan tidak mendukung,kemarin sebelum hari puncak,hujan datang terus.
Berapa banyak personel team dan dari desa mana saja?

 

 

Seluruh Panitia ada empat puluh lima,semua dari nelayan dan perangkat desa. Ada tiga desa yang ikut berpatisipasi dalam acara,desa Carita,desa Banjarmasin,desa Sukajadi.

 

Harapan Tasyakuran Laut Nelayan Pantai Carita?

 
Kami tidak mengharapkan apapun,hanya ingin bersyukur,karena kami tidak memelihara ikan,tidak menanam ikan, lalu ikan diambil setiap hari oleh kami nelayan,maka oleh itu,kami mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita setiap tahun.
Untuk tahun ini pendapatan ikan berkurang,tidak seperti dulu. Karena hal apa yang terjadi yaitu disebabkan oleh alat tangkap, bukan proyek dan pembangunan.

Contohnya,apolo,gardan,benur yang me nempel dirumput laut,ikan kecil mati dan tidak ikut berkembang lagi.

 
Mengucapkan Terimakasih kepada siapa?

 
Pemerintah provinsi sudah membantu para nelayan, Karena sekarang sudah dibuatkan darmaga,kami para nelayan lebih mudah bersandar, karena disini muaranya dangkal,nelayan sebelum berangkat ke laut harus dorong kapal.
Adanya darmaga membuat kami bisa lebih cepat menuju laut.
Sebelumnya kami nelayan pulang pergi mendorong kapal,menghindari laut dangkal cukup melelahkan.

Kami para nelayan ingin mengucapkan terimakasih kepada sponsor,pemerintah,masyarakat,kecamatan dan semua pihak yang membantu.

 
Pesan untuk generasi mendatang?

 
Generasi muda kedepan,harus mempelajari,menjaga dan melaksanakan tradisi kebudayaan jangan sampai hilang,harus diadakan setiap tahun walau apapun yang terjadi.

 

Dahulu saja bisa dengan sederhana,apa lagi tahun sekarang. Asalkan kita berkerjasama untuk mewujudkannya

Sumber: Nelayan Pantai Carita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s