Puisi Pendek Lily Rasakan Cibodas

Lampu Kamar masih meredup,enggan untuk beranjak bangun,bergegas ambil tujuan.

 

Suara Lily terdengar merdu,gerakan tangannya membangunkan kasur,bantal dan guling. Ayo cepat bangun,saya mau ke gunung melihat kuasa pembuat alam.

 

Tertawa melihat kode panggilan cinta,mengalahkan nomor keberuntungan. Mata menatap riang,bibir tersenyum gembira,suaranya mulai terdengar memanggil segera bergegas.

Lukisan hijau tersiram air dari surga,membasahi daun,batang,tunas dan akar.Melihat keluar jendela,melihat butiran air jatuh dari langit.

Dingin menyelimuti kulit,tak terasa terbangun dari mimpi,tapi ini benar nyata. Air mancur meloncat indah mengenai pucuk cemara.Kabut tipis menyapu wajah yang tak lagi muda,memahami arti jiwa.

Lily terbangun dari tidurnya,mengajak untuk turun dari puncak Cibodas,menyentuh embun pagi dan hangatnya sinar matahari.[fiq]

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s