Puisi Pendek Kakek dan Lily

 

Matahari belum lagi bersinar,garis putih berbaris rapih entah sampai mana berakhir. Melewati petunjuk jalan,cahaya lampu penerangan dan berbagai warna cahaya pelengkap.

Tancap gas melihat peta menentukan pilihan untuk bersandar melepas lelah.

 

Jalan tidak lagi datar,dominan menanjak,tikungan tajam dan jarak bahu jalan sebagai pengingat peristiwa. Para pekerja tidak lagi diam,mengisi semua ruang suara semesta.

 

Suara malaikat penjaga semangat hidup,menjadi harapan untuk melihat tujuan. Terkadang terdengar samar,jelas bisa bersentuhan,menatap mata lalu membaca jiwa.

 

Tersenyum manis dengan keadaan,berpelukan mesra,saling bercumbu penuh kasih sayang,berpegangan tangan,tertawa,berbagi cerita sampai akhir jalan.

Berdiri megah dengan kuasa alam pencipta,melewati 200 kilometer penuh ingatan istimewa. Abadi cerita berselimut legenda.

[fiq]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s