image Warung Mertua Bali

imageHari akan beranjak malam,janji sore tadi via sms akan terlaksana. Bertemu sahabat,teman,saudara dan komunitas lainnya. Berpakaian rapih,kaos gambar unyil dan menyisir rambut memakai pomade. Spesial bertemu mereka semuanya,sudah sepuluh tahun tidak berjumpa untuk saling berpelukan,bertegur sapa,melepas rindu,obrol-obrol kenangan dan membuka cerita pengalaman.   Jarak tempuh hampir dua puluh lima menit dari Kuta sampai perempatan jalan Marlboro Denpasar. Membaca situasi malam hari,kami mengunakan sepeda motor sewaan bisa digunakan satu hari penuh dengan harga tujuh puluh ribu rupiah,jenis kendaraan vario disertai dua helm lucu yang tidak bisa dibilang helm sebagai pengaman kepala.   Mesin motor telah dinyalakan,memulai ingatan perjalanan menyusuri Kuta sampai Denpasar. Ramai,banyak toko-toko,kendaraan,bunyi klakson mengisi perjalanan sore hari. Melewati jembatan besar,dibawahnya ada sungai yang mengalir terlihat bersih. Pertama masih ragu apakah benar jalan ini yang sering saya lalui menuju Kota Denpasar,ternyata benar. Kecepatan motor lambat,disebelah kiri untuk kendaraan lebih pelan,mata terbuka melihat perubahan toko-toko besar,cargo,kuliner dan tempat oleh-oleh buah tangan.   Melewati lima lampu merah,tiga perempatan jalan. Terlihat warung besar bertuliskan Warung Mertua Marlboro Bali, dengan bermacam jenis aksesoris dekorasi dan model kursi serta meja,dibuat sendiri oleh pemilik warung. Aneka macam iklan Billboard terpampang megah mempromosikan jasa dan dagangan diatas atap warung.   Benar sekali, ini tempat pertemuan yang sudah disepakati Warung Mertua Bali prampatan Marlboro jalan Imam Bonjol, motor langsung menuju tempat parkir yang disediakan,tulisan peringatan awal yang mengelitik dimulai saat ingin masuk ke dalam,menginjak halaman teras warung mertua terdapat tulisan   “Tas,Helm,Gitar & Harga Diri Harap DiBawa”, dan juga terdapat tulisan “Koruptor,Teroris & Narkoba Dilarang Masuk”.   Tidak sabar hati ini ingin segera masuk,pramusaji mulai membersihkan meja,kursi,dapur,alat-alat musik,halaman depan dan toilet. Mereka bekerja sama untuk bersiap menerima pengunjung,kebetulan malam ini malam minggu.   Saya datang pertama,mengambil ponsel dan berfoto untuk kenangan pernah datang di Warung Mertua Bali,banyak tulisan menarik menjadi dekorasi ruangan,membuat tersenyum pengunjung sebelum memesan makanan.   Beberapa tulisan kreatif yang saya ingat ketika berkeliling di dalam ruang makan Warung Mertua Bali diantaranya, “Orang Pintar Makan di Warung Mertua”, “Dilarang Memesan Makanan-Minuman Berlebihan”,”Paguyuban Cobeknya Veteran Warung Mertua”untuk kreatifitas ini sungguh keren dan pasti diingat,cobek(alat ulek sambal)tertempel rapih,tampak terlihat penuh pengalaman oleh penggunanya untuk mengolah makanan,tertempel artistik dengan berbagai macam kenangan, “Fans Bebek Club” dan “Ayam Bakar United”.   Belum berhenti disatu tempat,ada banyak poster bergantung di dinding kreasi, grup musik legendaris Koes Plus dan Musisi Iwan Fals terpajang fantastis,penuh cerita.   Berjalan ke arah stage musik,terdapat kreasi tulisan menarik lainnya antara lain,   “Corner Stage,tunjukkan kreatifitasmu disini Bro!!”, “Mertua Music Channel”, “I ❤️ Musik Indonesia, Baratnya ada dimana-mana, Indonesianya tuh disini!!”, “Komunitas Warung Mertua Peduli”, “Cintailah Alat Musik Ini Seperti Mencintai Pacarmu Sendiri”, “Dilarang Rusuh”, lalu tergantung kata-kata bijak diatas langit-langit,   “God Bless You as You Have Blessed Others”. Senyuman kembali mengudara ditempat musik.   Dinding tembok tidak lepas dari seni kreatifitas,terdapat jadwal acara harian “Kamis ceria,spesial untuk cewek-cewek yang suka bernyanyi,tidak perlu suara bagus yang penting pede!!”.   Tempat kasir Warung Mertua,mudah dilihat untuk melakukan pesanan dan pembayaran,disana masih ada tulisan mengelitik”Dilarang Membawa Makanan-Minuman Dari Luar Bos!!” dan “Terimakasih Kerjasamanya”.   Warung Mertua Bali, terletak di perempatan Marlboro Imam Bonjol. Dekorasi hebat,unik,kreatif,hand made,membuat semua pengunjung tersenyum,hasil karya sepasang kekasih pemilik Warung Mertua Bali, Sapto H Pamungkas dan Dwi Rakhmawaty.   Senyum dan suara lapar kembali terdengar,sudah saatnya memesan makanan agar bisa terus tersenyum. Kalau tidak segera minum,akan terasa kering tenggorokan dan panggilan perut sudah memanggil.   Menu makanan tersedia dihadapan kami dengan pelayanan sopan, makanan khas Warung Mertua Bali siap kami santap,Bebek goreng,ayam goreng,singkong goreng,tempe goreng,nasi putih,ice lemon tea,air jeruk,kopi,air mineral. Makanan enak,nasi hangat,harum rempah,kaya dengan bumbu khas mertua,daging bebeknya empuk ,gurih,sambalnya unik,sungguh menggoda lidah dan harga terjangkau. Sebatang rokok terbakar untuk menyalakan kenangan,bahwa saya sudah berada di tempat sahabat,teman,saudara dan komunitas yang saya kenal.   Bangkit dari kursi makan,mengingat suasana malam,lima ruas jalan ditengah Warung Mertua Bali. Sensasi yang berbeda,merasakan lampu-lampu kendaraan berkeliaran ditambah dekorasi lampu-lampu Warung Mertua yang cantik,membuat cocok sebagai tempat berkumpul,obrol,mendengarkan musik,bercanda,tertawa,membuat hidup suasana jalan Marlboro.   Satu persatu sahabat datang,berkumpul,berdekapan erat,saling melihat,obrol tentang kabar,melebur dalam suasana bersama musik Koes plus,Naif dan Iwan Fals.   Pengunjung datang semakin ramai,bernyanyi,berbagi kemesraan bersama, menikmati malam minggu.Semuanya penuh dengan energi suasana asik,terbawa kenangan.Tamu yang berkunjung membawa ingatan baik,untuk datang kembali dan menyantap makanan kesukaannya.   Warung Mertua Karena Mertua adalah Segalanya.[fiq/hmm]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s