image Subak Juwuk Manis Ubud-Bali

Sweet Orange Warungimage

Berjalan ditepi trotoar jalan dari museum lukisan di Ubud. Tanpa tujuan,hanya ingin berjalan mencari tempat yang berbeda dari hari biasanya. Terlihat papan tanda panah untuk masuk,berbelok ke sebelah kiri ada tanda panah bertuliskan rice field.

 

Kami bertiga saling berpandangan,berhenti sejenak untuk melihat papan nama lokasi tersebut. Jalan bertingkat dari semen untuk awalan masuk ke lokasinya,bertemu dengan wisatawan lainnya yang akan hendak keluar dari jalan dua arah. Kami harus memberikan ruang terlebih dahulu agar bisa keluar,semuanya bisa melewati satu persatu.
Jalan pertama datar,di sebelah kanan terlihat rumah penduduk setempat yang terlihat sepi,mungkin sedang beraktifitas kerja atau istirahat.

Mulai dari perjalanan kurang lebih pukul 12.00 WIT,tidak begitu jauh kami melewati jalan tanah setapak dan jembatan kayu. Melewatinya dengan hati-hati,bisa saja kayu tersebut sudah tua dan patah ketika salah injak saat melewatinya.
Hanya beberapa orang saja yang melewati tempat tersebut,bisa dihitung dengan jari.

 

Ketika sudah melewati jalan yang sempit,kami diberikan pemandangan sawah luas,air di sekeliling sawah,pohon kelapa diperbatasan jalan sawah,burung -burung bersayap lebar berwarna putih,tempat-tempat petani dan bergelombang awan-awan putih beraturan.

Berhenti sejenak melihat luasnya alam pematang sawah,sungguh luar biasa berdecak kagum. Masih ada tempat seperti ini,seperti cerita dalam komik jaman dahulu. Menyentuh,bermain dengan air pematang sawah,bersih,bening dan banyak ikan kecil-kecil berenang diantaranya.

Tidak terasa panas mengenai seluruh tubuh,mangambil beberapa foto untuk kenangan tentang alam.
Berjalan terus lurus kedepan ternyata banyak godaan untuk melihat kembali ke belakang agar tidak melanjutkan perjalanan. Kami memutuskan tetap pada jalur perjalanan,dimana titik ini akan berakhir.

Melihat kanan-kiri hanya terdapat hamparan sawah,di tepian jalan berdiri pohon kelapa berbaris rapi teratur,ternyata kami melewati rumah kecil seniman yang menetap ditepi sawah yang ditinggalkan begitu saja dan bisa untuk singgah sebentar hanya untuk melihatnya,ternyata tidak ada orang dirumah kecil itu.

Teman perjalanan kami sudah terlebih dahulu untuk ambil keputusan berbalik arah menuju pintu masuk pertama. Berjalan ditempat sawah,tidak ada orang lain yang bisa kita tanyai kemana sebenarnya arah jalan ini.

Tidak beberapa jauh,kami bertemu rumah penduduk ditepi sawah,rumahnya besar dengan peternakan ayam dan bebek.
Dua orang laki-laki sedang tertidur pulas didepan teras rumah dan satu orang lagi sedang memberi makan unggasnya lalu membawa pakaian-pakaian kering terjemur matahari.
Kami tidak terpikirkan untuk menegurnya,karena keadaan alam hari ini serta angin perlahan membuat suasana kantuk,kalau kami bersandar pasti akan tertidur. Jadi kami terus melanjutkan perjalanan.

 

Dari jauh melihat sosok petani di jalur jalan yang sama,langkah kami percepat untuk menanyakan ada apa diujung jalan diantara sawah dan pohon kelapa. Rencana berubah,pak tani langsung loncat ke sawah,memeriksa pengairan lalu berdiam diri di gubuk peristirahatan .

 

Jauh jalan yang ditempuh mulai terlihat,ada sebuah rumah disebelah kiri jalan tertata rapi dengan banyak sekali tempat duduk,meja artistik,gantungan kelapa,bendera berwarna,kursi kayu beraneka desain,gantungan kelapa kering berwajah orang,musik,taman kecil ditengah sawah,lampu,botol-botol kosong sebagai pembatas pagar.
Papan tulis besar bertuliskan kapur putih yang menceritakan,silahkan mampir ditempat ini dan dengan itu kalian sudah membantu para petani untuk kebutuhannya.

Tanpa banyak rencana lagi,kami bertiga ambil bagian dalam suasana alam hari ini. Bertegur sapa dengan pemilik warung dan mereka mempersilahkan kami masuk lalu memilih tempat duduk yang diinginkan.

Pandangan mata melihat ke segala penjuru arah,tidak berhenti hanya disatu kesempatan. Merekam jejak alam,merasakan panorama dari bangku satu ke bangku lainnya,mencoba untuk melihat yang jarang dilihat.
Semuanya terasa lambat,angin,keteduhan,waktu,
suara alam,musik,suara burung dan kincir angin dari plastik.

 

Kami berkenalan dengan pemilik tempat sweet orange warung,sepasang suami istri yang memberikan suasana berbeda dan pengabdian kepada petani di wilayahnya untuk singgah serta menginap di ruangan terbuka miliknya saat malam datang atau hanya sekedar untuk minum ketika haus datang.

Senang berkenalan dengan Putu dan Nyoman,panjang umur dan sehat selalu untukmu.
Pembicaraan mengalir ringan,kebaikan,semangat,
idealisme,rasa membantu,kejujuran,pemandangan alam,makanan dan latar belakang tempat tersebut didirikan.

 

Alunan musik berjalan seiring dengan waktu,tanda lapar mulai memanggil.
Pesanan pertama untuk segelas kopi dan ramuan tradisional,wangi harum makanan dari dapur begitu menggoda,dua chicken curry bersama dua nasi merah.

 

Angin sepoi-sepoi membawa kami untuk terdiam,tersenyum sendiri melihat kedepan.Memejamkan mata sesaat,beristirahat,menyatukan dengan rasa keadaan.

 

Warna-warna cerah tersaji di mangkuk kayu,potongan sayuran wortel,kentang,potongan ayam,kuah kari,racikan bumbu dan penghias daun- daun hijau.

Semangkuk nasi merah tersedia menemani aroma masakan pesanan. Bali coffe,watermelon juice,ice tea,pisang goreng,chicken cury,lime juice,coconut mask.

 

Nyam-nyam menu makan siang yang tepat untuk segera dihabiskan,puas dengan rasa,sajian,harga dan suasana.
Awan putih mulai bergerak,suasana berubah,cahaya alam memberikan perbedaan,sisi kanan sedikit teduh. Mulai datang tamu,wisatawan yang berhasil menemukan tempat ini.

Lalu mampir,bertegur sapa,memesan minuman,makanan,melihat pemandangan dan akhirnya merekam langkah mereka untuk kembali ke tempat ini.

Sudah saatnya untuk melanjutkan perjalanan,terimakasih untuk semua yang tersedia dihadapan kami bertiga.
Ada waktu,kesempatan dan kesehatan,segera ambil tujuan kembali berada di bangku ini untuk menghabiskan waktu.

Sampai bertemu lagi sweet orange warung.

Melanjutkan rencana,langkah-langkah kaki meninggalkan jejak suasana,kita akan bertemu kembali. Harta karun alam bagi siapapun yang singgah hanya untuk sekedar tersenyum serta memesan segelas kopi.
[fiq/hmm]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s