Musik Asia-Afrika

Konser Musik Asia-Afrika, Perang Terhadap Narkoba.

 HUT Konferensi Asia-Afrika (KAA) adalah lahirnya semangat kemitraan  Asia-Afrika baru yang disebut dengan New Asian African Strategic Partner Ship (NAASP).

Fokus untuk kesejahteraan dan perdamaian. Indonesia akan memberikan semangat,pesan dan kerjasama dalam peningkatan Asia-Afrika.
Kehadiran 109 negara pada peringatan KAA, dihadiri ribuan delegasi termasuk wartawan dan dimeriahkan oleh Musik ”Drugs Free Asia-Afrika Concert”. Momentum tepat untuk memberikan pesan,suara,ajakan,perdamaian,kesejahteraan untuk seluruh kemitraan Asia –Afrika. Kaum muda menyerukan,berteriak untuk gerakan ” No More Drugs In Asia-Afrika”.

Kawasan Asia-Afrika saat ini menjadi  basis produksi barang obat-obatan terlarang atau naza,menjadi musuh besar para kaum muda. Kerusakan moral ,korupsi,kemiskinan,radikalisme,terorisme dan bencana alam melahirkan kemiskinan yang terjadi dalam kawasan Asia-Afrika. Pesan dalam musik Drugs Free Asia-Afrika.

Slank memberikan pesan,kritik sosial,ajakan dan perdamaian bersama teman musik lainya yang ikut berekspresi diantaranya  Sandhy Sondoro,Ari Lasso,Shaggy Dog,Endank Soekamti,Drumah Harmoni,Steven Jam Daddy and The Hot Tea,Edwin,Jhody,Tj,Di Atas Rata Rata. Akan mengadakan konser Drugs Free Asia-Afrika.

Pada tahun 1954 di negara Kolombo dan di Bogor Indonesia mencetuskan sebuah wacana untuk membuat KAA.

Para pemimpin besar Asia-Afrika seperti  Soekarno,bertekad untuk tidak adalagi penjajahan dimuka bumi.

Sejarah KAA pertama kali pada tahun  1955,saat itu negara Asia-Afrika termasuk Indonesia era baru terbebas dari penjajahan atau bahkan masih ada yang dijajah.

Lahirlah semangat Bandung yang dikenal  Dasasila yang berlandaskan solidaritas.

Dalam acara jumpa pers dimarkas besar slank dan slankers,turut pula hadir elemen masyarakat,pemerintahan dan pihak swasta untuk mendukung acara musik free drugs Asia-Afrika. Konser ini diadakan oleh Panitia Nasional khususnya Kementerian Pariwisata, Kementerian Komunikasi & Informatika serta Kementerian BUMN dipandu langsung oleh Kepala Staf Presiden.

Dalam wawancara singkat dengan  Menteri Sosial Khofifah ”Konser musik ini akan menjadi energi positif untuk melakukan kewaspadaan bersama terhadap bahaya narkoba ,oleh karena itu harus disupport elemen bangsa.

Saya sudah pernah berpendapat bersama Gus Dur,bahwa dilapas hampir 85% penyalahgunaan dan penggedar Narkoba.
Pengawasan pengguna dan pengedaran narkoba harus dilakukan sangat ketat.

Memeriksa sektor dan titik pengawasan untuk melakukan kontrol sehingga bisa mellihat seluruh pergerakan dilapas,karena jaringan mereka merupakan jaringan internasional. Untuk informasi dan teknologi bisa dilakukan sebagai pengawalan,pengetatan dan pengawasan.”ungkapnya.

”Sertifikasi untuk kanselor dan peksos,sedangkan untuk IPWL terakreditasi . Yang berada dan pemilik kartu IPWL  adalah mereka yang sedang dalam kondisi rehab. Pengertian rehab medik dalam pengawasan KemKes, rehab sosial oleh pengawasan Kemsos.
Pemegang kartu ipwl tidak boleh ditangkap.karena mereka sedang menjalani pengobatan reksos sebagai penyalahguna narkoba,bukan sebagai pengedar narkoba”ungkap Mensos.

Dalam acara ini juga banyak didukung oleh sponsor swasta , Pemda DKI dan Masyarakat. Partner media yang ikut berpartisipasi Media Indonesia Group, Gen FM dan Prambors.
[fiq/shk]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s