Nusantara Bertutur Dalam Budaya Donggeng

Budaya bertutur dongeng dalam keluarga cerdas dan berkarakter. 
Nusantara Bertutur,gerakan dari kelompok anak bangsa yang peduli pada upaya pembangunan karakter anak-anak Indonesia melalui berbudaya bertutur.

Menyebarluaskan kegiatan bertutur sebagai bentuk kontribusi dalam upaya penguatan jati diri bangsa Indonesia sejak usia anak-anak,hingga menjadi manusia Indonesia yang cerdas dan berkarakter unggul.

Festival bertutur nusantara mengambil tema “Menegakkan Kembali jati diri bangsa”.

Turut hadir sekitar 2000 peserta didik dari 21 sekolah dasar sejabotabek, festival dengan tampilan eco-green ini bertujuan mengasah kreatifitas anak, menjadi sarana hiburan yang edukatif bagi anak dan keluarga,serta menambah pengetahuan orang tua dan guru dalam hal pendidikan,pengembangan karakter anak.

Dalam konferensi pers yang ikut hadir sebagai pembicara, Arlan Septi sebagai Ketua nusantara bertutur,lalu ada juga Ami Indriyanto dan Gilarsi, mempunyai visi dan misi menjadi pusat unggulan pembangunan karakter yang berperan aktif dalam membangun martabat bangsa Indonesia dan bersama-sama dengan lembaga terkemuka di seluruh dunia berkontribusi pada perdamaian, mengalirkan keteladanan secara berkelanjutan, membangun kolaborasi dengan tumbuhnya komunitas masyarakat.

Bagaimana orang tua kembali menuturkan kepada anak-anak dan anggota keluarganya agar kearifan lokal budaya kita akan diturunkan kepada anak-anak kita, nanti pada saaat 2020 era dalam bentuk generasi emas memang harus diisi dari sekarang, kalau sekarang mereka itu duduk dikelas dua dan tiga sekolah dasar, maka kelak di tahun 2035 anak-anak ini sudah menjadi master.

Karakter dalam kepribadian yang kuat akan menjadi kekuatan kearifan local dan membuat karakter nasionalisme. Kegiatan seperti bertutur sama seperti halnya menanam generasi agar tidak akan layu,lalu kemudian disiram secara terus berkelanjutan oleh segenap unit-unit pendidikan dan elemen lainnya”Ungkap Menteri sosial Khofifah Indar Parawansa dalam wawancara singkatnya.

Arlan Septia, dalam kegiatan Festival Nusantara Bertutur,mempunyai motivasi untuk sosialisasi dan penyebaran kegiatan bertutur “penyampaian pesan-pesan baik, dapat menggunakan berbagai cara dan media.

Kegiatan bertutur melibatkan masyarakat banyak diharapkan dapat memperkuat karakter dan tatanan sosial bangsa.

Nusantara bertutur sangat concern melakukan pembangunan karakter dengan melalui media dongeng karena salah satu media lisan tertulis yang dapat menyampaikan berbagai pesan juga informasi.

Dalam kemasan tokoh-tokoh,latar cerita,pesan lebih mudah diserap dan dimengerti oleh anak.

“Dongeng yang mengandung pesan atau nilai sosial yang baik dapat menjadi sarana bagi anak untuk belajar tentang budi pekerti, serta peran sertanya dalam kehidupan bermasyarakat.
Di rancang untuk memperkenalkan kebhinekaan alam dan budaya Indonesia”,ungkap penjelasan Arlan Septia sebagai ketua Nusantara Bertutur,berlokasi di TMII.

Masih dalam acara festival nusantara bertutur, menyelenggarakan serangkaian kegiatan untuk mengeksplorasi peran dan cara bertutur dalam upaya membangun karakter bangsa.

Dengan tema seminar”Menggali Jati Diri Bangsa” dan lokakarya mendongeng dengan tema”Mendongeng untuk Membangun Karakter Bangsa”, di TMII.

Prof Dr Kacung Marijan MA menyambut positif upaya Nusantara Bertutur untuk melestarikan dan mengembangkan budaya bertutur melalui dongeng, usai memberikan paparan penjelasan dalam seminar.

“Dongeng menjadi sarana efektif menyampaikan nilai-nilai pembelajaran kepada anak. Berharap tidak hanya Nusantara Bertutur saja yang melakukan hal ini, namun Nusantara Bertutur juga bisa mengajak komunitas atau kelompok masyarakat lainnya untuk mengembangakan budaya bertutur melalui dongeng pada keluarga-keluarga di tanah air.

Apalagi dalam kenyataannya para orang tua saat ini mulai jarang menceritakan dongeng kepada anak-anaknya, karena kesibukannya”.

Budayawan Garin Nugroho juga merespon sangat baik dari upaya Nusantara Bertutur ini,ujarnya” Bertutur itu salah satu kemampuan terpenting dari perkembangan anak-anak.

Jadi pengetahuan,agama sampai ketrampilan tanpa kemampuan bertutur maka ia tidak akan menyebar.

Kemampuan bertutur bukan hanya trasformasi nilai karakter bangsa, tapi juga kemampuan menyebarkan ke berbagai wilayah.

Karena itu,mentransformasi kemampuan bertutur di ruang-ruang keluarga itu yang paling penting, kemampuan alamiah dan modal besar,kemudian nantinya akan berkembang budaya bertutur ini.”ungkapnya. [fiq/shk]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s