Berbicara Editor Dan Film

Obrol Bersama Editor Film Ahsan Andrian.


Diawali minum kopi,minum jamu, pemutaran film dan diskusi yang diadakan Indonesia Film Editors dan Kulinari Paviliun 28 Sinema,(24/01/2016).
Setelah itu dimulai obrol-obrol ,tanya singkat didalam ruangan film bersama Ahsan Andrian pemenang penyunting gambar terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2015.
Tanya :Fungsi editor di dalam film,

Jawab: Secara mudahnya adalah sebuah karya film apabila tidak di edit tidak menjadi sebuah film. Lalu apa yang membedakan editor dengan editor yang lainnya, Editor tidak hanya mengedit,menyusun gambar saja tetapi harus bisa memberikan nilai lebih.Secara tidak langsung,editor sebagai penonton pertama yang melihat film tersebut dalam bentuk keutuhan. Mempunyai pengaruh cukup besar dalam film ketika ingin dilihat penonton nanti seperti apa film tersebut,mengenai rasa,emosi.

Tanya: Mengapa membutuhkan editor di dalam karya film dan tidak sutradara atau yang lainnya saja untuk mengedit gambar film?
Jawab: Ketika saya menjadi editor dalam pembuatan film,ada jarak yang harus saya jaga dalam proses syuting pembuatan film.

Untuk membicarakan script,membahas secara detail saya akan berada disana,tetapi saat pelaksanaan pengambilan gambar sudah berjalan,saya menjaga jarak agar tidak berdekatan dengan proses syutingnya.

Setelah syuting selesai baru akan bertemu dengan master editnya langsung,kenapa hal itu dilakukan,karena apabila sudah berdekatan langsung dengan produksi,cerita dan pembuatan film jadinya tidak berjarak.
Kemudian pada saat pertimbangan gambar yang nantinya harus diubah,dihilangkan,dibuang,ditukar urutan gambarnya dan dipotong sedikit demi sedikit.Kalau terlalu dekat dengan proses pembuatan atau produksinya,editor pasti ada ikatan emosional yang berbeda cara pandangnya dan bisa terpengaruhi dalam hasil gambarnya.

Seperti halnya suara-suara yang akan bisa merubah cerita,”ini syutingnya mahal,ini syutingnya susah,sayang gambarnya kalau dihilangkan,gambar ini harus dimasukan karena hal ini dan itu,”. Kalau pertimbangannya seperti itu,editor tidak akan bisa menempatkan posisinya sebagai penonton pertama.

Tanya: Bagaimana,editor bisa dibilang sukses dalam penyusunan gambar film?

Jawab: Ketika,pesan film yang diceritakan tersampaikan,diterima oleh penonton.Dalam pengerjaan pesan film dalam editor,saya membagi dua,pesan sinopsis dan pesan tidak tertulis,emosi ,marah,humor. Kita mau membuat film seperti apa,adegan sedih,humor atau seperti apa,hal ini atau pesan yang harus sampai ke penonton.
Di dalam adegan tersebut penonton merasakan emosi,sesuai dengan rancangan yang diinginkan dan berhasil kepada penonton,karena peran pesan kepada penontong sangat penting,menurut gua itu editor yang sukses.

Tanya: Apa yang menjadi acuan bisnis dari sudut pandang editor dalam pembuatan film?

Jawab: Bisa saja,misalkan saja dari editing bisa membantu membuat penonton menjadi banyak.

Editor sebagai pelaku bisnis,jangan lagi memperlakukan seperti karyawan.Harus memperlakukan sutradara,produser sebagai mitra dan klien mempunyai posisi yang sama.

Kalau klien senang dengan hasil yang memuaskan,pekerjaan berikutnya akan lebih banyak lagi dan lancar.
Tanya: Seberapa jauh editor bisa mempengaruhi karya film?

Jawab: Kalau seberapa jauh,sangat jauh sekali,saya pernah melakukan dalam film,merubah alur ceritanya hampir enam puluh persen,draft pertamanya tiga jam,dipadatkan dua jam,urutan banyak dirubah. Karena saat itu saya melihat sebagai editor,apabila dipakai gambarnya secara berurutan akan membuat bosan penonton.
Tanya: Apakah ada royalti untuk editor dalam pembuatan film, Jawab: Belum pernah,belum pernah dengar ada royalti untuk editor dalam film,terkadang untuk credit saja tidak disebutkan.
Tanya: Untuk masa kedepannya harus ada atau tidak,royalti editor untuk perkembangan film,

Jawab : Menurut saya sepertinya tidak,karena menurut Walter M seorang editor besar di Hollywood itu mengatakan “editor itu seni yang tidak terlihat,semakin tidak terlihat pekerjaanya,maka akan semakin baik pekerjaanya.

Kita percaya,meskipun credit itu tidak disebutkan dimedia manapun bahkan di filmnya.Percaya bahwa cerita yang kita lakukan dalam film pasti akan terdengar oleh pembuat film lainnya,sutradara,produser.

Tanya: Pesan untuk editor muda yang berkecimpung dalam film?

Jawab: Banyak nonton,diskusi dan berusaha. Editing itu jangan berpikir shoot to shoot,scene to scene, tidak bisa berpikir parsial.

Harus merupakan kejadian yang utuh,tidak bisa mengedit hanya tempel,tempel,tempel. Sering melibatkan orang lain untuk menonton,lalu lihat penontonnya.
Tanya: Apakah pernah ada perbedaan pendapat film ditangan editor dan sutradara/produser? Jawab: Hampir selalu ada perbedaan pendapat,karena sutradara sudah terlibat dari awal dari cerita belum ada,sampai sutradara yang membuat cerita dan mempunyai beban moral ke pada produser serta penonton.
Editor akan berpihak kepada penonton,berbeda dengan sutradara. Apabila hubungan editor dan sutradara komunikasi baik,dapat bertemu keinginannya.Kalau tidak baik,yaa paling sering terjadi,bisa jadi operator.
Tanya: Dukungan Pemerintah untuk editor kedepan sebagai pelaku bisnis?

Jawab: Kalau dari Pemerintah yang bisa diharapkan adalah perlindungan hukum,karena diantara semua crew,sepertinya yang paling lemah editor dalam masalah perjanjian kerja dan hak kewajiban sebagai editor.
Tanya:Bagaimana pendidikan untuk pelajaran editor di sekolah film?

Jawab: Untuk saat ini sudah banyak jumlah sekolah film.Tetapi kajiannya adalah kajian film,tidak spesifikasi untuk editor,sutradara.

Ada beberapa sekolah,diawal tetap mendapatkan pelajaran umum terlebih dahulu lalu ada peminatan studi disana.
Sepertinya kalau untuk studi editing dan lainnya,memang sejak dari awal sudah keinginan bisa langsung diarahkan pelajarannya.
Tanya: Tips menjadi editor yang handal,

Jawab: Memperbanyak referensi,membaca dan banyakin obrol-obrol,karena film itu bidang ilmu yang sangat rakus.Semua ada disana,psikologi,matematika, bahasa,sastra.

Jangan merasa puas apa yang telah dikerjakan,banyak melibatkan orang dan tidak terlalu banyak mendengarkan orang lain.Mengetahui apa yang ingin dikerjakan,pengetahuan teknis dan kontiniti emosi tetap terjaga. [fiq/oyi]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s